BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan
dengan perkembangan teknologi di abad ini, janganlah hanya hitung tahun, dalam
tiap bulanpun sudah banyak perkembangan teknologi.
Untuk
menjalankan teknologi tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan
kedisiplinan yang tinggi agar terwujud perkembangan teknologi yang berguna bagi
masyarakat. Dunia pendidikan sebagai salah satu sumber daya manusia yang
terdidik, di tuntut untuk slalu meningkatkan kualitas dan kuantitas para
lulusannya.
Dari
pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berhasil ditemukan,
memberikan dampak yang jelas pada tatanan kehidupan masyarakat secara luas.
Dimana untuk dituntut mengembangkan suatu hasil pada pengerjaan logam dengan
menggunakan suatu proses peoduksi yang baik.
Disamping
itu juga perlu kita ketahui bahwa dalam proses ini di perlukan suatu
keterampilan yang baik dalam pengoprasian Mesin – mesin perkakas, karena
kebanyakan dalam proses pembuatan suatu produk dengan menggunakan mesin – mesin
perkakas dibutuhkan ketelitian yang tinggi dan pengalaman dilapangan. Untuk itu
sebagai seorang teknik mesin perlu mengetahui dan memahami bagaimana cara
proses pembuatan dan penyambungan suatu produk, untuk memperoleh suatu
keberhasilan perusahaan terutama dalam proses penyambungan pada perancangan
suatu produk itu sendiri. Seperti pada pembuatan gerindra rel Mp-12.
Gerinda
rel Mp-12 ini berfungsi untuk menggerinda atau meratakan sambungan hasil
pengelasan pada rel supaya lintasan rel tidak bergelombang.
Gerinda rel adalah salah satu alat yang
digunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia sebagai alat bantu dalam pemelihaaan
atau service rel kereta api pada
jalur lintas.
Berdasarkan
hal tersebut maka penulis mengambil judul pada kerja praktek ini :
“ PROSES
PENGELASAN PADA RANGKA GERINDA REL MP-12
DI PT.
KERETA API INDONEISA (PERSERO) ”
Untuk
perkembangan perusahaan dan oprasional perusahaan tergantung pada latar
belakang, diadakannya kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
peningkatan kegiatan dari jenis produk pada proses produksi.
1.2 Maksud dan Tujuan
Kerja
praktek adalah salah satu alternatif dalam menerapkan pelajaran yang kita ikuti
selama di bangku kuliah juga merupakan suatu hal yang sangat penting di lakukan
para mahasiswa, terutama setelah menyalasaikan studinya.
Dengan
melakukan kerja praktek ini mahasiswa dapat melakukan kerja lapangan secara
langsung dan di harapkan para mahasiswa dapat belajar dari pengalaman bagaimana
menyeleaikan pembuatan suatu produk dalam hal penyambungan produk itu sendiri.
Maksud
kerja praktek di PT. Kereta Api Indonesia ini, penulis memfokuskan bagaimana
menyelesaikan pembuatan suatu produk dengan mesin las. Dimana dari proses
penyambungan ini penulis mencoba untuk dapat memberi sedikit sumbangan
pemikiran dalam pengerjaannya dimana perusahaan tersebut mendukung dalam
penyelesaiannya. Disamping itu kerja praktek ini bertujuan untuk mendapatkan
data dan masukan sebagai bahan untuk dapat mengetahui sampai sejauh mana
hubungan antara teori – teori yang di peroleh di bangku kuliah dengan kondisi
nyata di suatu perusahan.
Tujuan umum kerja praktek adalah sebagai berikut :
a.
Menambah wawasan
bagi para mahasiswa di dalam mengaplikasikan ilmu– ilmu pengetahuan yang di
peroleh di bangku kuliah ke dalam suatu dunia kerja.
b.
Mengetahui
bagaimana cara penyambungan suatu produk untuk menghasilkan produk yang baik.
c.
Mengatahui cara
kerja mesin las terutama mesin las SMAW serta kecepatan dalam pengelasannya.
1.3 Identifikasi Masalah
Untuk
mencapai suatu produk yang sesuai dengan yang di inginkan, maka dalam proses
perencanaan (Manufacturing Engineering)
banyak sekali faktor dan masalah yang harus di tinjau antara lain :
a.
Membuat urutan
proses
b.
Menentukan mesin
las dan jenis tool
c.
Analisa teknik
pengelasan, penggunaan elektroda, dan
d.
Analisa
kecepatan pengelasan
1.4 Batasan Masalah
Dalam
pembuatan Gerinda rel terdapat banyak pengerjaan, karena bagian– bagian produk dibuat
dengan bantuan beberapa mesin – mesin perkakas diantaranya :
a.
Mesin gergaji
b.
Mesin bubut
c.
Mesin bor
d.
Mesin las
e.
Mesin gerinda
tangan
Disini penulis memfokuskan dengan
membatasi pengerjaan pada mesin las, karena hanya dalam proses penyambungan
rangkanya.
1.5 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek
Lamanya
kerja praktek yang penulis lakukan menyesuaikan waktu yang ada yaitu sekitar 2
bulan dari tanggal 10 juni – 10 juli 2013. Adapun lokasi penelitian yang
bersifat studi literatur dilakukan di perpustakaan kampus Unjani Bandung dan
bersifat langsung di rencanakan di Balai Yasa Jembatan PT. Kereta Api
Indonesia, Jl. Kiara condong bandung.
1.6 Metodologi Penelitian
Cara
yang digunakan untuk membuat laporan ini, dilakukan dengan menggunakan
penelitian deskriptif, dimana penelitian ditujukan langsung kepada permasalahan
dengan cara :
1.
Observasi Langsung
Yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap
objek penelitian yang sedang dikerjakan di lapangan dan melakukan pencatatan
guna memperoleh data yang diperlukan.
2.
Wawancara
Yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan operator,
pembimbing dan divisi perencanaan.
3.
Study Literatur
Yaitu dengan mempelajari literatur yang relevan
dengan persoalan yang akan dibatasi guna menunjang kerja praktek serta
digunakan untuk pegangan secara teoritis dalam membahas dan menganalisa masalah
yang dihadapi.
1.7 Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, maksud
dan tujuan, identifikasi masalah, pembatasan masalah, lokasi dan waktu,
metodologi penelitian kerja praktek.
BAB II LANDASAN TEORI
Berisi tentang teori mesin las,
perlengkapan mesin las, jenis – jenis mesin las dan arus listrik, pekerjaan
mesin las, dan perawatan mesin las.
BAB III TAHAPAN KERJA PRAKTIK
Isi dari bab ini menjelaskan tentang tahapan
kerja praktik serta terdiri dari identifikasi masalah.
BAB IV PEMBAHASAN
Berisi tentang pembahasan proses
pengelasan dan penjelasan proses hasil pengelasan pada pembuatan gerinda rel
MP-12.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini memberikan kesimpulan dari bahasan
yang diambil yang berisi jawaban atas tujuan yang telah didapat selama
melakukan kerja praktek di Balai Yasa
Jembatan PT. Kereta Api Indonesia dan
berisikan saran-saran agar penulis selanjutnya dapat menyempurnakan laporan
yang telah dibuat.
No comments:
Post a Comment