Wednesday, January 22, 2014

Proses Pengelasan Pada Rangka Gerinda Rel MP-12

BAB  I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
            Sejalan dengan perkembangan teknologi di abad ini, janganlah hanya hitung tahun, dalam tiap bulanpun sudah banyak perkembangan teknologi.
            Untuk menjalankan teknologi tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan kedisiplinan yang tinggi agar terwujud perkembangan teknologi yang berguna bagi masyarakat. Dunia pendidikan sebagai salah satu sumber daya manusia yang terdidik, di tuntut untuk slalu meningkatkan kualitas dan kuantitas para lulusannya.
            Dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berhasil ditemukan, memberikan dampak yang jelas pada tatanan kehidupan masyarakat secara luas. Dimana untuk dituntut mengembangkan suatu hasil pada pengerjaan logam dengan menggunakan suatu proses peoduksi yang baik.
            Disamping itu juga perlu kita ketahui bahwa dalam proses ini di perlukan suatu keterampilan yang baik dalam pengoprasian Mesin – mesin perkakas, karena kebanyakan dalam proses pembuatan suatu produk dengan menggunakan mesin – mesin perkakas dibutuhkan ketelitian yang tinggi dan pengalaman dilapangan. Untuk itu sebagai seorang teknik mesin perlu mengetahui dan memahami bagaimana cara proses pembuatan dan penyambungan suatu produk, untuk memperoleh suatu keberhasilan perusahaan terutama dalam proses penyambungan pada perancangan suatu produk itu sendiri. Seperti pada pembuatan gerindra rel Mp-12.
            Gerinda rel Mp-12 ini berfungsi untuk menggerinda atau meratakan sambungan hasil pengelasan pada rel supaya lintasan rel tidak bergelombang.
Gerinda rel adalah salah satu alat yang digunakan oleh PT. Kereta Api Indonesia sebagai alat bantu dalam pemelihaaan atau service rel kereta api pada jalur lintas.
            Berdasarkan hal tersebut maka penulis mengambil judul pada kerja praktek ini :
PROSES PENGELASAN PADA RANGKA GERINDA REL MP-12
DI PT. KERETA API INDONEISA (PERSERO) ”

            Untuk perkembangan perusahaan dan oprasional perusahaan tergantung pada latar belakang, diadakannya kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan kegiatan dari jenis produk pada proses produksi.
1.2       Maksud dan Tujuan
         Kerja praktek adalah salah satu alternatif dalam menerapkan pelajaran yang kita ikuti selama di bangku kuliah juga merupakan suatu hal yang sangat penting di lakukan para mahasiswa, terutama setelah menyalasaikan studinya.
           Dengan melakukan kerja praktek ini mahasiswa dapat melakukan kerja lapangan secara langsung dan di harapkan para mahasiswa dapat belajar dari pengalaman bagaimana menyeleaikan pembuatan suatu produk dalam hal penyambungan produk itu sendiri.
        Maksud kerja praktek di PT. Kereta Api Indonesia ini, penulis memfokuskan bagaimana menyelesaikan pembuatan suatu produk dengan mesin las. Dimana dari proses penyambungan ini penulis mencoba untuk dapat memberi sedikit sumbangan pemikiran dalam pengerjaannya dimana perusahaan tersebut mendukung dalam penyelesaiannya. Disamping itu kerja praktek ini bertujuan untuk mendapatkan data dan masukan sebagai bahan untuk dapat mengetahui sampai sejauh mana hubungan antara teori – teori yang di peroleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di suatu perusahan.
Tujuan umum kerja praktek adalah sebagai berikut :
a.       Menambah wawasan bagi para mahasiswa di dalam mengaplikasikan ilmu– ilmu pengetahuan yang di peroleh di bangku kuliah ke dalam suatu dunia kerja.
b.      Mengetahui bagaimana cara penyambungan suatu produk untuk menghasilkan produk yang baik.
c.       Mengatahui cara kerja mesin las terutama mesin las SMAW serta kecepatan dalam pengelasannya.
1.3       Identifikasi Masalah
            Untuk mencapai suatu produk yang sesuai dengan yang di inginkan, maka dalam proses perencanaan (Manufacturing Engineering) banyak sekali faktor dan masalah yang harus di tinjau antara lain :
a.       Membuat urutan proses
b.      Menentukan mesin las dan jenis tool
c.       Analisa teknik pengelasan, penggunaan elektroda, dan
d.      Analisa kecepatan pengelasan
1.4       Batasan Masalah
            Dalam pembuatan Gerinda rel terdapat banyak pengerjaan, karena bagian– bagian produk dibuat dengan bantuan beberapa mesin – mesin perkakas diantaranya :
a.       Mesin gergaji
b.      Mesin bubut
c.       Mesin bor
d.      Mesin las
e.       Mesin gerinda tangan
Disini penulis memfokuskan dengan membatasi pengerjaan pada mesin las, karena hanya dalam proses penyambungan rangkanya.
1.5       Lokasi dan Waktu Kerja Praktek
            Lamanya kerja praktek yang penulis lakukan menyesuaikan waktu yang ada yaitu sekitar 2 bulan dari tanggal 10 juni – 10 juli 2013. Adapun lokasi penelitian yang bersifat studi literatur dilakukan di perpustakaan kampus Unjani Bandung dan bersifat langsung di rencanakan di Balai Yasa Jembatan PT. Kereta Api Indonesia, Jl. Kiara condong bandung.

1.6       Metodologi Penelitian
            Cara yang digunakan untuk membuat laporan ini, dilakukan dengan menggunakan penelitian deskriptif, dimana penelitian ditujukan langsung kepada permasalahan dengan cara :
1.      Observasi Langsung
Yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian yang sedang dikerjakan di lapangan dan melakukan pencatatan guna memperoleh data yang diperlukan.
2.      Wawancara
Yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan operator, pembimbing dan divisi perencanaan.
3.      Study Literatur
Yaitu dengan mempelajari literatur yang relevan dengan persoalan yang akan dibatasi guna menunjang kerja praktek serta digunakan untuk pegangan secara teoritis dalam membahas dan menganalisa masalah yang dihadapi.




1.7       Sistematika Penulisan
BAB I             PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang, maksud dan tujuan, identifikasi masalah, pembatasan masalah, lokasi dan waktu, metodologi penelitian kerja praktek.
BAB II            LANDASAN TEORI
Berisi tentang teori mesin las, perlengkapan mesin las, jenis – jenis mesin las dan arus listrik, pekerjaan mesin las, dan perawatan mesin las.
BAB III          TAHAPAN KERJA PRAKTIK
Isi dari bab ini menjelaskan tentang tahapan kerja praktik serta terdiri dari identifikasi masalah.
BAB IV          PEMBAHASAN
Berisi tentang pembahasan proses pengelasan dan penjelasan proses hasil pengelasan pada pembuatan gerinda rel MP-12.
BAB V            KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memberikan kesimpulan dari bahasan yang diambil yang berisi jawaban atas tujuan yang telah didapat selama melakukan kerja praktek  di Balai Yasa Jembatan  PT. Kereta Api Indonesia dan berisikan saran-saran agar penulis selanjutnya dapat menyempurnakan laporan yang telah dibuat.

No comments:

Post a Comment